telusur.co.id - Permasalahan yang timbul akibat sifat ingin dan intoleran semakin marak di Indonesia sehingga banyak sekali masyarakat yang ikut tergerus oleh paham-paham yang tidak bertanggung jawab, padahal bila dilihat kemajuan suatu bangsa ialah dinilai dari sumber daya manusia (SDM).

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Sejahtera (PERMATERA), Satria Wahab mengatakan, adapun beberapa elemen seperti salah satu contoh ialah KAMI, dimana KAMI adalah gerakan yang notabene menyimpang dari nilai-nilai pancasila dan tidak bersifat nasionalis sehingga condong untuk memecah belah bangsa.

“Hal ini pun juga berdasarkan pandangan serta penilaian masyarakat bahwa gerakan-gerakan kelompok KAMI ini cenderung bersikap politik dengan tujuan mendelegitimasi Pemerintah, dimana situasi tersebut berbanding terbalik dengan narasi gerakan moral yang disampaikan saat deklarasi,” ucap Satria pada rilisnya. Kamis, (17/9/2020).

Dalam agendanya KAMI, lanjut Satria, diketahui bahwa, dilakukan penyampaian yang mendiskreditkan lembaga BPIP serta terlihat ingin membuat narasi masyarakat memiliki pandangan dan stigma negatif terhadap BPIP.

Perlu diketahui juga bahwa, ujar Satria, tokoh-tokoh yang tergabung di dalam kelompok KAMI, merupakan simpatisan yang kalah dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Sehingga perlu dilakukan gerakan aksi untuk memberikan stigma positif masyarakat untuk selalu berpegang teguh terhadap pancasila dan mendukung pemerintah, serta mendukung keberadaan BPIP sebagai lembaga yang mengawal ideologi bangsa. 

Maka, kami PERMATERA : 

• Menolak dengan keras seluruh rencana kegiatan yang dilakukan oleh kelompok KAMI, karena hanya akan menjadikan pemecah belah bangsa. 

• Seluruh kegiatan kelompok tersebut sangat jelas menjatuhkan maupun pemerintah dan mengandung unsur radikalisme, karena yang hanya dapat menyelamatkan Indonesia hanyalah yang telah diamanatkan yaitu Presiden, Pemerintah, TNI, dan POLRI. 

• Mohon dengan sangat kepada seluruh aparat keamanan dan Pemerintah Daerah untuk tidak mengizinkan seluruh kegiatan kelompok tersebut, dan apabila aspirasi kami tidak didengar, kami siap membubarkan sendiri kegiatan kelompok tersebut. 

• Mendukung pemerintah dalam mempertahankan BPIP sebagai lembaga yang mengawal ideologi Pancasila,” demikian empat sikap PERMATERA yang disampaikan Ketua Umum Satria Wahab. 

Terakhir, kata Satria, aksi ini untuk tetap menjaga stabilitas bangsa dan menghalau pihak-pihak yang akan mendelegitimasi pemerintah, karena memang PERMATERA hadir untuk terus berbakti bagi nusa dan bangsa. (ari)